Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora/ Berita / Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Teknologi Surabaya Gelar Pelatihan Praktisi Hukum Siber Indonesia: Tingkatkan Kompetensi Dosen dan Mahasiswa Hadapi Tantangan Era Digital

Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Teknologi Surabaya Gelar Pelatihan Praktisi Hukum Siber Indonesia: Tingkatkan Kompetensi Dosen dan Mahasiswa Hadapi Tantangan Era Digital

Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Teknologi Surabaya Gelar Pelatihan Praktisi Hukum Siber Indonesia: Tingkatkan Kompetensi Dosen dan Mahasiswa Hadapi Tantangan Era Digital

Surabaya, 16 November 2025 — Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHum) Universitas Teknologi Surabaya terus memperkuat kapasitas keilmuan sivitas akademika melalui penyelenggaraan Pelatihan Praktisi Hukum Siber Indonesia, sebuah program intensif yang berlangsung pada 14–16 November 2025 secara hybrid dari kampus UTS.

Kegiatan ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum FISHum UTS yang antusias untuk meningkatkan kemampuan dalam memahami, menganalisis, hingga menangani perkara hukum siber yang semakin kompleks di era digital.

Pelatihan ini dirancang secara komprehensif dengan cakupan materi yang sangat relevan dengan kebutuhan industri hukum modern, meliputi:

  • Pengantar Hukum Digital dan Etika Siber
  • Tipe-Tipe Serangan dalam Dunia Digital
  • Teknik OSINT dalam Investigasi Perkara Siber
  • Peran Praktisi Hukum dalam Perkara ITE dan Perlindungan Data Pribadi
  • Risiko dan Potensi Kejahatan Kecerdasan Buatan
  • Tantangan Penegak Hukum dalam Perkara Siber
  • Validitas Alat Bukti Elektronik di Persidangan
  • Digital Forensik untuk Pembuktian Elektronik
  • Forensik Linguistik Digital dalam Kasus Siber
  • Semiotika Siber dalam Interpretasi Kalimat Hukum
  • Analisis Kelayakan Teks dalam Perkara Siber
  • Hingga penyelesaian Final Project sebagai asesmen akhir

Pelatihan ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif. Peserta diwajibkan mengikuti pre-test, post-test, serta uji sertifikasi untuk memastikan peningkatan kompetensi secara signifikan sepanjang kegiatan.

Selama tiga hari, para peserta mendapatkan pengalaman pembelajaran interaktif mulai dari studi kasus, simulasi digital forensik, hingga praktik penggunaan teknik OSINT dalam investigasi siber. Pendekatan hybrid memungkinkan peserta dari luar kota tetap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan tanpa mengurangi kualitas pembelajaran.

Dekan FISHum UTS menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan wujud komitmen fakultas dalam mempersiapkan tenaga pendidik dan lulusan yang kompeten menghadapi tantangan hukum modern, khususnya di sektor keamanan dan kejahatan siber yang berkembang pesat.

“Kejahatan digital bergerak lebih cepat dari regulasinya. Karena itu, dosen dan mahasiswa harus dibekali kemampuan analisis dan investigasi yang kuat agar siap bersaing dalam dunia profesi hukum,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, peserta yang memenuhi standar kelulusan mendapatkan sertifikat kompetensi sebagai pengakuan profesional di bidang hukum siber.

Pelatihan ini menjadi langkah strategis FISHum UTS dalam membangun ekosistem pendidikan hukum yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan era digital.